Baca Novel Negeri Para Bedebah - Tere Liye

Leave a Comment
Udah lama ga baca novel, terakhir baca novel misteri kriminal karya J.T Ellison dengan judul All The Pretty Girls belum selesai, padahal udah berbulan-bulan yang lalu.

Mengapa ko tiba-tiba baca novel ini? Triggernya karena mas Tere Liye bikin posting status Facebook tentang Anies yang dihadang paspampres saat penyerahan Piala Presiden ke tim sepakbola Persija.
Mas Tere Liye menyebutkan novel Negeri Para Bedebah di statusnya, karena penasaran akhirnya saya baca ebooknya. Ini adalah novel yang langsung bisa saya habiskan sekali duduk. Dari tengah malam sampai menjelang subuh.



Ada banyak informasi dan pelajaran yang bisa diambil dari novel ini yang selama ini belum saya tahu, misalnya nasabah prioritas yang bisa transfer uang dengan jumlah besar dan bisa ditarik kembali.

Dan juga banyak rahasia umum seperti mesin uang partai, lobi-lobi dikalangan pejabat serta bagaimana pelarian para koruptor yang selama ini jarang yang tertangkap.

Alur cerita yang seru tidak mudah ditebak, membuat saya tidak bisa beranjak dari depan layar smartphone.

Saya menebak-nebak bank apa yang di analogikan dalam novel ini, tapi bank Century selalu ada dalam benak saya.

Bank century sempat berubah nama tapi sekarang masih misteri yang belum terpecahkan.
Novel yang memiliki 444 halaman ini mengambil setting di Jakarta, Bali, dan Singapur.

Sepertinya saya akan menghabiskan weekend Februari ini dengan membaca salah satu novel mas Tere Liye.

update 04 Maret

Setelah beberapa hari belum sempat lanjutin cerita tentang novel Negeri Para Bedebah akhirnya ada kesempatan untuk nulis lagi.

Oh iya weekend Februari kemaren belum sempat baca novel Tere Liye yang lain, malahan baca novel dengan judul Green Card karya Dani Sirait seorang mantan wartawan senior dari Antara.

Ada banyak lagi ilmu yang bisa diambil dari novel yang mengambil inspirasi dari kisah nyata keadaan Indonesia saat ini.

Cerita yang hampir sama muncul beberapa saat yang lalu, koruptor uang negara sejumlah 35 trilyun hilang begitu saja keluar negeri dan polisi seperti biasa, lambat dalam hal menangani kasus ini. Malah isu-isu lain yang tidak penting diangkat dan membiarkan kasus korupsi ini terpendam.

0 komentar:

Posting Komentar

Semua komentar dimoderasi, mohon untuk tidak meninggalkan komentar yang bersifat spam. Terima kasih