Seth Godin - Small is The New Big Bagian 1

Leave a Comment
Buku ini saya dapatkan di Gramedia Jendral Sudirman Jogja sekitar awal tahun 2017 ini, awalnya saya mengharapkan banyak pencerahan dari buku yang sudah diterbitkan tahun 2005, butuh 12 tahun bagi saya menemukan buku dari seorang marketer berkepala plontos ini.

Apa yang saya harapkan dari buku ini? Sebenarnya saya juga bingung karena buku inilah buku cetak yang pertama saya baca dari Seth Godin. Selain itu saya pernah membaca blognya kalo ga salah dihosting menggunakan typepad (jadul banget ga sih, hehehe) dan beberapa ebook yang tentunya ga pernah tuntas dibaca.




Apa itu Small is The New Big?



Dari yang saya baca, buku ini adalah kumpulan komentar, ide, blogpost dari Seth Godin dan diterjemahkan dengan kaku oleh penulisnya. Ya, saya pikir ini terjemahan kaku karena banyak bahasa yang kurang masuk bagi saya.

Mungkin saja penerjemahnya saat itu belum familiar dengan bahasa teknologi, lain halnya dengan sekarang, walaupun ada beberapa buku terjemahan yang juga masih kaku.

Tebal buku ini sekitar 384 halaman dan saya sudah berada dihalaman 329 (terakhir kali baca siang ini, 09 Agustus 2017)

Bagi yang ingin melihat sejarah kebelakang dan mencari insight baru dari informasi lama, banyak yang bisa diambil dari buku ini. Misalnya bagaimana cara marketing yang baik, menghargai pelanggan, dsb.

Menurut saya buku ini menitikberatkan pada kepuasan pelanggan walaupun ada banyak lagi hal-hal lain yang dibahas disini.

Tulisan yang juga bisa dibilang berdiri sendiri, makanya seperti yang saya katakan diatas tadi. Buku Small is The New Big adalah kumpulan dari ide, komentar maupun artikel yang dibuat di blognya om Seth.

Jika saya harus membaca buku ini untuk kedua kali, mungkin saya harus skimming untuk menemukan artikel yang menarik saja, karena ada beberapa artikel yang susah untuk dimengerti, bisa jadi karena kurang pas di terjemahannya atau emang artikelnya sendiri yang sudah dicerna.

Sayangnya saya lupa memberi stabilo untuk hal-hal yang penting, jadi sepertinya saya harus skimming lagi untuk menemukan apa yang saya mau.

Oh iya, hampir delapan bulan sejak dibeli baru saya ada waktu untuk membaca, karena kebetulan jadwal anak terapi yang cuma satu jam dari yang biasanya 2 jam. Jadi saya memutuskan waktu 1 jam menunggu anak untuk membaca buku secara marathon.

Dari marathon membaca ini sudah 2 buku yang saya baca, sangat membantu bagi saya yang kekurangan waktu yang tepat untuk membaca dirumah.

Oh iya saya lagi ikutan kontes seo tentang Marimas bikin Adem, Tidak bikin Batuk disini : http://blog.putraeka.org/post/marimas-bikin-adem-tidak-bikin-batuk

0 komentar:

Posting Komentar

Semua komentar dimoderasi, mohon untuk tidak meninggalkan komentar yang bersifat spam. Terima kasih