Teknik Bercocok Tanam Hidroponik dan Macam-macamnya

Leave a Comment
Hidroponik adalah cara menanam atau budidaya tanaman dengan menggunakan air sebagai media tanam. Jika pada konsep bertani secara konvensional menggunakan media tanam berupa tanah pada lahan-lahan perkebunan, hidroponik tidak seperti itu, melainkan dengan memanfaatkan air.

Air yang digunakan untuk hidroponik mempunyai takaran lebih sedikit dibanding dengan budidaya dengan tanah. Hidroponik telah lama digandrungi oleh para pekebun karena lebih efisien dan praktis. Salah satu alasan orang-orang lebih suka menanam secara hidroponik adalah tidak diperlukannya tanah luas untuk menanam satu atau beberapa jenis tanaman dengan skala yang besar.



Jika menilik kepada sejarah, akan ditemukan banyak sekali ulasan mengenai hidroponik. Hidroponik pertama kali digagas oleh Francis Bacon lewat bukunya Sylva Sylvarum yang dibuat pada tahun 1627, dicetak satu tahun setelah kematiannya. Teknik budidaya dengan air tersebut menjadi perhatian para ahli sehingga dilakukan berbagai penelitian dan percobaan. Hingga sampai pada tahun 1859-1865, dua orang ahli botani dari Jerman, Julius von Sachs dan Wilhelm Knop menjadi pemicu pengembangan teknik budidaya tanpa tanah ini.

Teknik hidroponik terus dilakukan dalam skala kecil ataupun besar hingga kini. Banyak orang Indonesia yang mengaku bahwa hidroponik adalah media penyalur hobi terbaik di saat waktu kosong atau liburnya. Tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik ada banyak dan bahkan tidak sedikit yang mulai serius melakukannya mengetahui beberapa jenis tanaman ternyata mempunyai nilai ekonomi tinggi.



Beberapa tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi apabila dibudidayakan antara lain tomat, terong dan timun jepang, selada, paprika, dan melon. Penanaman tanaman-tanaman tersebut sudah dilakukan sejak lama oleh sebagian orang di Indonesia ynag memang mau menerjunkan diri untuk berbisnis di bidang hidroponik.

Macam-macam Hidroponik


Hidroponik bisa dilakukan dengan banyak cara dan konsep, seperti berikut.

Static Solution Culture


SSC (Static solution culture) merupakan kegiatan budidaya hidroponik dengan air diam atau statis alias tidak mengalir. Teknik hidroponik SSC akan membiarkan akar terendam terus-menerus pada air yang berada di dalam wadah berisi larutan nutrisi. Teknik ini mmepunyai kekurangan dan kelebihan tersendiri.


Aeroponik


Bisa dikatakan kalau aeroponik merupakan pengembangan dari hidroponik. Aeroponik melakukan budidaya tanaman secara unik, yakni dengan menggantung tanaman sehingga akar akan berada di udara dan tanaman juga berada di ruang bebas untuk melakukan pertumbuhan.

Aeroponik tidak memerlukan media tanam. Meski begitu, hasil pertanian yang diperoleh jauh lebih sempurna dibanding hidroponik. Mengapa> Sebab sangat sedikit kemungkinan bagian tanaman mengalami masalah karena berada menggantung dan sangat sedikit berisiko diganggu oleh hama dan penyakit ataupun mengalami pembusukan akar.

Teknik budidaya aeroponik sendiri melakukan pemberian nutrisi dengan cara yang berbeda, yakni dengan menyemprotkan nutrisi berbentuk kabut halus pada akar tanaman. Aeroponik bisa menjadi alternatif untuk sistem pengairan hidroponik secara intensif di seluruh dunia. Cara menanam yang modern ini memegang beberapa kelebihan, salah satunya bisa mengontrol lingkungan tumbuh tanaman aeroponik.

Sebagai informasi tambahan, kembali pada hidroponik, mungkin terbesit pertanyaan dalam benak Anda mengenai media tanam yang digunakan. Beberapa contoh media tanam yang biasa dipakai untuk menyangga tanaman agar tumbuh dengan baik ada banyak macamnya, seperti spons, sabut, perlite, vermiculite, kerikil, pasir, arang sekam, expanded clay, serbuk kayu, dan masih banyak lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Semua komentar dimoderasi, mohon untuk tidak meninggalkan komentar yang bersifat spam. Terima kasih